Saturday, December 20, 2014

Lirik Lagu Ber Bahasa Inggris-Indonesia

All Of Me | John Legend

What wouldI do without your smart mouth
Apa yang kan kulakukan tanpa mulut pintarmu
Drawing me in, and you kicking me out
Menghelaku, dan kau menendangku

Got my head spinning, no kidding
Kau buat aku pening, sungguh

I can't pin you down
Aku tak bisa membuatmu diam

What's going on in that beautiful mind
Apa yang terjadi di dalam pikiran yang indah itu

I'm on your magical mystery ride
Aku ada di dalam kendaraan misterimu yang ajaib

And I'm so dizzy
Aku sungguh pusing

Don't know what hit me
Tak tahu yang mengenaiku

But I'll be alright
Tapi aku kan baik-baik saja


II
My head's underwater
Kepalaku di dalam air

But I'm breathing fine
Tapi aku bisa bernafas tanpa kesulitan

You're crazy and I'm out of my mind
Kau gila dan aku tak waras


III
Cause
all of me
Karena sepenuh diriku
Loves all of you
Mencintai sepenuh dirimu

Love your curves and all your edges
Kucinta lengkungan dan semua tepimu

All your perfect imperfections
Semua ketaksempurnaanmu yang sempurna

Give your all to me
Berikanlah sepenuh dirimu padaku

I'll give my all to you
Kan kuberikan sepenuh diriku padamu

You're my end and my beginning
Kaulah akhir dan awalku

Even when I lose I'm winning
Meski saat kalah pun aku menang

Cause I give you all of me
Karena kuberikan sepenuh diriku padamu

And you give me all of you, oh
Dan kau berikan sepenuh dirimu padaku


How many times do I have to tell you
Berapa kali harus kukatakan padamu

Even when you're crying you're beautiful too
Meskipun saat menangis kau tetaplah cantik

The world is beating you down
Dunia ini mengecilkan hatimu

I'm around through every mood
Aku kan selalu ada

You're my downfall, you're my muse
Kaulah kehancuranku, kaulah lamunanku

My worst distraction, my rhythm and blues
Gangguan terburukku, ritme dan bluesku

I can't stop singing,
Aku tak bisa berhenti bernyanyi,

It's ringing in my head for you
Selalu terngiang senandung di kepalaku untukmu


Back to II, III

Cards on the table, we're both showing hearts
Kartu di meja, kita berdua kan tunjukkan gambar hati

Risking it all, though it's hard
Pertaruhkan segalanya, meski berat terasa


Back to III

I give you all of me
Kuberi kau sepenuh diriku

And you give me all, all of you, oh
Dan kau beri aku sepenu dirimu, sepenuh dirimu, oh


Sunday, October 26, 2014

CONTOH MAKALAH BAHASA INDONESIA LENGKAP KELAS XI IPS 2

MAKALAH   BAHASA   INDONESIA



KELAS                        : XI IPS 2
NAMA KELOMPOK   :

1        
2        
3        







SMAN  JOGOROTO

TAHUN AJARAN 2014



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Dewasa ini persoalan pendidikan di Indonesia adalah banyaknya pelajar yang mengalami kesulitan belajar yang ditunjukkan oleh kurangnya motivasi belajar dan rendahnya perolehan hasil belajar. Selama ini juga masih banyak ditemukan kesenjangan antara hasil pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang diharapkan di masyarakat. Jika kita melihat dari ilmu keguruan yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak fakta yang mengatakan bahwa seorang guru secara tidak langsung memandang anak didik sebagai seorang individu yang belum dewasa, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Jadi, dalam proses interaksi antara guru-murid, anak didik merupakan obyek. Sedangkan guru merupakan sumber ilmu dan keterampilan, dimana kehadirannya di muka kelas merupakan suatu kondisi mutlak yang harus ada agar proses belajar mengajar berlangsung. Karena guru memegang peran yang penting dalam proses interaksi tersebut, maka guru harus dihormati dan dipatuhi. Apa yang diajarkan guru sudah tercantum dalam kurikulum atau sudah dideskripsikan dalam buku yang sudah tersedia. Pengembangan pembahasan materi sesuai dengan perkembangan lingkungan dan pembahasan teori dalam kaitan dengan realitas yang ada tidak begitu mendapatkan tekanan. Sebab pembahasan materi pelajaran terletak pada materi itu sendiri. Sebagai hasil proses belajar mengajar yang penting anak didik memiliki kemampuan, pengetahuan, keterampilan. Maka, dengan adanya problem pendidikan seperti diatas, kami mengangkat makalah dengan judul Pembaharuan dan Inovasi Pendidikan.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.             Apakah hakikat pembaharuan dan inovasi pendidikan?
2.             Apakah yang menyebabkan timbulnya pembaharuan dan inovasi pendidikan?
3.             Bagaimana peran guru dalam pembaharuan dan inovasi pendidikan untuk mengatasi permasalahan pendidikan di indonesia?
4.             Apa tujuan pembaharuan dan inovasi pendidikan?

C.    TUJUAN
1.             Mengetahui hakikat pembaharuan dan inovasi pendidikan.
2.             Mengetahui timbulnya pembaharuan dan inovasi pendidikan.
3.             Mengetahui peran guru dalam pembaharuan dan inovasi pendidikan untuk mengatasi permasalahan pendidikan di indonesia.
4.             Mengetahui tujuan pembaharuan dan inovasi pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    HAKIKAT PEMBAHARUAN DAN INOVASI PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu negara. Pendidikan merupakan prioritas utama untuk memajukan bangsa. Seiring berjalannya waktu, pendidikan juga harus dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman. Oleh karena itu diperlukan berbagai pembaharuan atau inovasi dalam bidang pendidikan, agar pendidikan selalu dapat mengiringi bangsa menuju bangsa yang besar dan maju.
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.  (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005: 263). John Stuart Mill (1806─1873 M) menjabarkan bahwa pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan. Pendapat tersebut dikuatkan oleh pendapat John Dewey, yang mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan social. Jauh sebelum pendapat-pendapat tersebut muncul, Plato (429─346 SM) telah menjelaskan bahwa pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, menjelaskan bahwa pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Sejalan dengan pendapat-pendapat di atas, Sugihartono, dkk. (2007: 3) menjelaskan pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan penelitian. Jadi, dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia secara sadar dan terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja untuk meningkatkan kemampuan atau pengubahan sikap dan tatalaku melalui upaya pengajaran, pengamatan, dan penelitian.
Sedangkan, inovasi maupun pembaharuan pada dasarnya memiliki hakikat yang sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, inovasi disejajarkan dengan pembaharuan. Keduanya memiliki makna pemasukan hal-hal yang baru (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005: 435). Asal kata inovasi berasal dari bahasa latin “innovation” yang artinya pembaharuan atau perubahan. Inovasi merupakan suatu perubahan baru untuk menuju ke arah perbaikan yang berbeda dengan sebelumnya dan dilakukan secara sengaja dan terencana. Everett M. Rogers, mendefinisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Sejalan dengan pendapat di atas, Stephen Robbins mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Jadi, inovasi atau pembaharuan adalah masuknya ide, gagasan, praktek atau objek yang dianggap baru, yang disadari oleh seseorang, kelompok, atau lembaga tertentu yang kemudian diterapkan untuk memperbaiki suatu produk atau proses tertentu demi tujuan tertentu.
Dari penjabaran tentang pengertian pendidikan dan inovasi atau pembaharuan di atas, sudah dapat diketahui apakah pembaharuan atau inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil intervensi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan nasional (Ibrahim, 1988: 51). Pendapat tersebut diperkuat pendapat B.Suryosubroto yang menyatakan bahwa Inovasi Pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan. Jadi, dari berbagai pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa Inovasi atau pembaharuan pendidikan adalah perubahan melalui ide, gagasan, atau metode yang baru dan berbeda dari hal yang ada sebelumnya dalam pendidikan serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau memecahkan masalah-masalah tertentu dalam pendidikan.

B.     TIMBULNYA PEMBAHARUAN DAN INOVASI PENDIDIKAN
Peranan pendidikan dan tingkat perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuanya untuk menanggapi masalah kehidupanya sehari-hari. Masalah pendidikan bersifat komplek, sesuai dengan kehidupan masyarakatnya. Seberapa besar keterkaitan suatu masalah pendidikan dengan masalah ekonomi atau masalah sosial lain dalam masyarakat. Bahwa pada dasarnya pendidikan mempunyai tugas yaitu menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Pembangunan dapat dikatakan sukses apabila seirama dengan tuntutan zaman, sehingga inovasi pendidikan tetap diperlukan, sebab akan tetap ada tuntutan agar proses yang terjadi dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Oleh sebab itu, upaya inovasi pendidikan merupakan keharusan yang dilakukan setiap saat dan terus menerus, apalagi kita tahu selama masih ada pihak yang merasa tidak puas dengan praktek pendidikan. Dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya sangat penting bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan maka selama itu pula inovasi pendidikan harus selalu diupayakan. Seperti pada pembaharuan dibawah ini:

1.         Pembaharuan pendidikan sebagai tanggapan baru terhadap masalah-masalah pendidikan.

Kemajuan tekhnologi dan komunikasi dewasa ini memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Pembaharuan di bidang pendidikan yang merupakan usaha pembangunan diselaraskan dan diintegrasikan pada pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia umumnya. Tugas pembaharuan pendidikan yang terutama adalah memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam dunia pendidikan dengan cara yang inovatif. Pembaharuan pendidikan juga merupakan tanggapan baru terhadap masalah kependidikan. Titik pangkal pembaharuan pendidikan adalah masalah pendidikan yang aktual yang secara sistematis akan dipecahkan dengan cara yang inovatif. Cara inovatif yang dimaksudkan adalah segala cara pemecahan masalah yang timbul.
Semua usaha pembaharuan pendidikan akhir-akhir ini telah menemukan titik tolak berpijak yang mantap dan jelas yaitu pada kepentingan murid atau subyek pendidikan yang disebut “student centered approach”. Pembaharuan pendidikan yang memusat pada masalah pendidikan umumnya dan perkembangan subyek pendidikan khususnya mengutamakan segi efektifitas dan segi ekonomis dalam proses belajar. Pendekatan yang ditempuh usaha pembaharuan pendidikan adalah pendekatan pemecahan masalah yang sistematis.
Beberapa tahap yang penting dalam penerapan pembaharuan pendidikan meliputi :
1.       Penentuan masalah
2.        Penentuan tujuan atau sasaran
3.       Mempertimbangkan segala sumber dan hambatan yang berkaitan
4.       Pengumpulan alternatif pemecahan
5.        Penentuan alternatif terpilih
6.       Pencobaan
7.       Modifikasi dan revisi alternative pemecahan
8.       Pelaksanaan dan pengembangannya
Pendekatan sistem dalam usaha pembaharuan pendidikan dipandang sebagai tanggapan terhadap masalah pendidikan yang baru dan komprehensif. Pendekatan sosial-budaya (social demand approach) didasarkan atas tuntutan atau kebutuhan sosial akan pendidikan yang berkembang populer dalam masyarakat, sehingga mengabaikan alokasi sumber-sumber dalam skala nasional. Pendekatan tenaga kerja (man power approach) didasarkan pada kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi nasional (human investment) sehingga kurang mementingkan pendidikan dasar, lebih cocok untuk negara yang maju dan sulit menentukan terhadap kebutuhan tenaga kerja yang dapat dipertanggung jawabkan. Pendekatan untung rugi (cost-benefit approach) mengutamakan prinsip keuntungan. Pendekatan yang membandingkan antara biaya pendidikan dan hasil yang akan diperoleh ini sering pula disebut rate of return approach, yang jelas sulit untuk menghitung dan menyajikan hasil pendidikan secara ekonomis.
Dengan memperhatikan pengalaman beberapa pendekatan itu, pembaharuan pendidikan dengan pendekatan sistem untuk pemecahan masalah pendidikan yang mengutamakan kepentingan subyek pendidikan lebih bersifat tanggap (responsif) terhadap masalah-masalah yang baru.


1.      Pembaharuan pendidikan sebagai upaya untuk memperkembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis.

Sejarah kehidupan manusia dapat dibedakan menjadi tiga tahap yaitu :
1.      Periode manusia masih menggantungkan diri kepada alam sekitarnya dengan usaha penyesuaian secara mencoba-coba
2.      Periode manusia telah menemukan alat dan teknik baru yang menyebabkan keterkaitan manusia terhadap alam berkurang namun timbul ketergantungan baru terhadap birokrasi dan spesialisasi
3.      Periode manusia telah mampu mencapai kerjasama berdasar perencanaan menuju perubahan sosial yang diidam-idamkan
Kemampuan manusia bukan saja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan mengubah dirinya (autoplastic), tetapi juga mampu mengungkap lingkungannya demi kepentingan dirinya (allowplastic). Pembaharuan pendidikan diusahakan demi pemecahan masalah yang dihadapi. Sifat pendekatan yang diperlukan untuk memecahkan masalah pendidikan yang kompleks dan berkembang itu harus berorientasi pada masalah efektif dan murah, serta peka terhadap timbulnya pendidikan baru.
Upaya inovasi juga sangat diperlukan untuk menghadapi ketidak pastian masa depan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat.Adanya Inovasi pendidikan juga merupakan upaya lembaga pendidikan untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang, selain itu inovasi dapat dikatakan sebagai jawaban atas persoalan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektivitas. Pada dasarnya banyak hal yang menyebabkan timbulnya pembaharuan dan inovasi pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

a.     Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, akan mengakibatkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehiduan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem pendidiakan yang kita miliki dan di laksanakan selama ini masih belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut, sehingga dunia pendidikan belum menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil, kreatif, dan aktif yang sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat luas. Bagaimanapun dengan berkembangnya IPTEK di era modern sekarang ini, menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus-menerus.

b.        Pertambahan penduduk
Dengan lajunya eksplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan-perubahan, sekaligus bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan secara komulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai. Kenyataan tersebut menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan sangat tidak seimbang. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menentukan bagaimana relevansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya dengan out put lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.

c.         Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik
Munculnya gerakan pembaharuan pendidikan berkaitan erat dengan adanya berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan sekarang ini, yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan iptek, kemajuan iptek yang terjadi senantiasa mempengaruhi aspirasi masyarakat, dimana pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebih baik, padahal di satu sisi kesempatan untuk itu sangat terbatas, sehingga terjadilah persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan hal ini pula sekarang bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus bahkan unggulan.

d.        Menurunnya kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan yang sekarang dirasakan makin banyak menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi menuntut adanya sejumlah perubahan, sebab jika tidak demikian, akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.

e.         Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
Dalam era modern sekarang ini, masyarakat menuntut adanya lembaga pendidikan yang benar-benar bisa diharapkan, terutama yang siap pakai yang dibekali pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan dalam pembanguan. Umumnya kurang sesuainya materi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat telah di batasi dengan menyusun kurikulum baru. Oleh karena itu dari perkembangan yang ada di Indonesia kita ketahui telah mengalami beberapa perubahan kurikulum. Hal ini dilakukan adalah dalam upaya mengatasi masalah relevansi. Dengan kurikulum baru ini, anak-anak dibina kepribadiannya melalui pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan ketrampilan masa kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum yang baru yang selalu mendapatkan perhatian khusus dan prioritas utama.


2.      Masalah dalam Pembaharuan Pendidikan di Indonesia
Masalah dari pendidikan yang adadapat dilihat seperti masalah yang sering timbul dalam realita pendidikan sekarang ini, masalah-masalah seperti;
1.      Kurangnya Pemerataan kesempatan pendidikan,
2.      Permasalahan kurikulum pendidikan (kasus terbaru dari carut marut permasalahan kurikulum adalah, kontroversi ujian nasional yang semakin seru kasusnya tiap tahun, seperti film action atau horor),
3.      Rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja,
4.   Kurangnya persiapan dan penyediaan tenaga pengajar yang kompeten (kasus terbaru kualifikasi dan sertifikasi bagi tenaga pengajar dan guru, dengan ragam permasalahannya yang untuk saat ini sifatnya masih timbul tenggelam),
5.   Kurangnya pemeliharaan ataupun penyediaan dan pemerataan penyediaan fasilitas utama dan fasilitas tambahan untuk menjalankan sistem pendidikan.
Pemerataan masalah-masalah pendidikan yang kompleks itu dengan cara pendekatan pendidikan yang konvensional, dirasakan akan memerlukan jangka waktu yang lama dan biaya yang amat besar. Terbatasnya biaya yang siap dipergunakan untuk usaha pendidikan ikut pula mempengaruhi keberhasilan cara pendekatan konvensional yang akan ditambah atau mungkin perlu dilipat gandakan. Pembaharuan pendidikan untuk menggunakan inovasi pendidikan sebagai perspektif baru dalam dunia kependidikan mulai dirintis sebagai alternatif untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang belum dapat diatasi dengan cara yang konvensional secara tuntas. Jadi, pembaharuan pendidikan dapat memperbaiki perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan harapan kemajuan lebih pesat. Tinggal bagaimana seororag guru dapat menerapkan inovasi pendidikan tersebut.

C.    PERAN GURU DALAM PEMBAHARUAN DAN INOVASI PENDIDIKAN UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Guru adalah pendidik yang akan membawa peserta didiknya menjadi lebih baik. Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antar individu, baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam proses pendidikan seperti administrator, misalnya kepala sekolah, tata usaha, masyarakat sekitarnya, pengalaman dan keterampilan guru.
Dalam proses belajar guru menyampaikan pesan berupa ilmu. Proses komunikasi akan mencapai tujuan apabila kedua belah pihak, pengirim dan penerima dapat memiliki kesamaan pemahaman terhadap pesan dan informasi yang dikomunikasikan. Aktivitas belajar pada dasarnya merupakan suatu proses yang bersifat individual, namun dalam prosesnya belajar juga terjadi dalam bentuk kelompok atau klasikal. Proses belajar yang sengaja dirancang biasanya memiliki tujuan yang spesifik, yaitu membentuk seseorang agar memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu disebut pembelajaran.
Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan pun mengalami perkembangan. Oleh karena itu, pembaharuan dan inovasi pun diperlukan. Hasil penelitian Stalling (1989) dalam Joyce(1990) menyimpulkan bahwa guru-guru cenderung lebih mudah mengubah perilakunya dan secara terus-menerus menggunakan ide-ide baru pada kondisi-kondisi seperti:
3.      menyadari adanya kebutuhan untuk perbaikan melalui analisis mereka sendiri terhadap hasil observasinya,
4.      membuat komitmen tertulis untuk mencoba ide-ide baru di kelas pada hari-hari mendatang,
5.      memodifikasi ide-ide workshop untuk bekerja di kelas dan sekolah mereka,
6.      mencoba ide-ide dan mengevaluasi efeknya,
7.      mengobservasi kelas lainnya dan menganalisis data yang diperolehnya,
8.      melaporkan kesuksesan dan kegagalannya kepada kelompoknya,
9.      mendiskusikan masalah dan mencari jalan pemecahan,
10.  mereka memerlukan beragam pendekatan dalam mengajar,
11.  mereka belajar dari pengalamannya sendiri untuk secara terus-menerus menjalani proses pertumbuhan profesional ( Danim, 2002: 43-44).
 Dengan demikian, dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya mempunyai peran yang sangat besar bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan.
            Secara umum banyak sekali peranan guru yang mesti dilakukan dalam melaksanakan inovasi pembelajaran, namun secara profesional meliputi tugas:
1.      Sebagai pengajar
Mengajar berarti memberikan pengajaran dalam bentuk penyampaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) pada diri siswa agar dapat menguasai dan mengembangkan ilmu dan teknologi.
2.      Sebagai pendidik
Mendidik berarti pemberian bimbingan kepada siswa (anak didik) agar potensi yang dimilikinya berkembang seoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai kehidupan.
3.      Sebagai pengembang bahan ajar
Seorang guru sebagai pengembang bahan ajar harus tahu bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat digunakan dalam untuk mendukung inovasi program pembelajaran antara lain:
a.       Bahan ajar seperti apa yang harus di beli untuk dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran
b.      Bahan ajar seperti apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik dan spesifik
c.       Bahan ajar seperti apa yang perlu dibeli dan dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa
4.         Sebagai pengembang metode pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan atau kompetensi. Beberapa metode yang dilakukan oleh guru di ruang kelas antara lain : presentasidemostrasi, latihan dan praktektutorialdiskusibelajar kooperatif,permainansimulasipenemuan.
5.         Sebagai pengembang strategi-strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran yaitu cara-cara spesifik yang dapat dilakukan oleh individu untuk membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran atau standar kompetensi. Sebagai pengembang strategi-strategi pembelajaran, guru harus tahu upaya atau strategi apa yang harus dilakukan untuk menarik dan memelihara minat siswa agar tetap mampu memusatkan perhatian terhadap penyampaian materi atau substansi pembelajaran yang disampaikan. Ketika mengindetifikasi strategi pembelajaran, guru harus memilih dua jenis : strategi yang berpusat pada guru dan strategi yang berpusat pada siswa.
6.         Sebagai pengembang media pembelajaran
Soeparno (1988: 1) mengatakan media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan suatu pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resource) kepada penerimanya (receiver). Ragam media yang dapat digunakan dapat diklasifikasi sebagai teks, audio, video, komputer dan jaringan intenet. Pemilihan media pembelajaran perlu dilakukan secara cermat. Setiap jenis media pembelajaran memiliki kekuatan dan juga kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum diplih dan diimplementasikan dalam aktivitas pembelajaran. Guru sebagai pengembang media pembelajaran harus tahu mengombinasikan media yang diperlukan dalam menyelenggarakan program pembelajaran (kombinasi media yang dipilih tentunya harus dapat menunjang efektifitas pada sekolah tempat aktivitas pembelajaran berlangsung). Guru dalam memilih media harus mempunyai inovasi dalam pemanfaatan teknologi. Teknologi dan media yang disesuaikan dan dirancang secara khusus bisa memberikan kontribusi bagi pengajaran yang efektif dari seluruh siswa dan bisa membantu siswa mencapai potensi tertinggi mereka. Teknologi bantuan dapat dikelompokkan menjadi : teknologi rendah yang tidak memerlukan listrik, contohnya kaca pembesar untuk memperbesar bahan; teknologi menengah yang memerlukan listrik, misalnya, televisi, radio,video; teknologi tinggi melibatkan penggunaan komputer. Dalam pemanfaatan komputer guru bisa menggunakan pengajaran yang menggunakan situs atau web secara online.
7.         Sebagai penilai pembelajaran
Evaluasi atau penilaian adalah proses memperoleh dan mempergunakan informasi untuk membuat pertimbangan yang dipergunakan sebagai dasar pengambilan informasi. Dengan demikian, penilaian mempunyai tiga komponen penting, yaitu informasi, pertimbangan, dan keputusan. (Nurgiyantoro, 2009: 17). Evaluasi ada dua yaitu evaluasi hasil belajar dan evaluasi program. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dapat dinilai dengan menggunakan tes dan penilaian. Ada dua kategori tes yang dapat digunakan yaitu tes objektif dan esai. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terkait dengan aspek kognitif. Untuk mengukur aspek-aspek hasil belajar yang lain diperlukan beberapa jenis penilaian dan instrumen pengukuran yang disebut dengan istilah penilaian alternatif. Evaluasi program adalah sebagai proses pengumpulan dan analisis data yang hasilnya dapat digunakan untuk membuat sebuah keputusan.
Seorang guru sebagai pengembang evaluasi, melakukan evaluasi  program pembelajaran bertujuan untuk mengetahui beberapa hal yaitu :
a.     sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan,
b.    peningkatan kompetensi dalam diri siswa  yang merupakan dampak dari keikutsertaan dalam program pembelajaran,
c.       keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat adanya peningkatan kompetensi siswa setelah mengikuti program pembelajaran.

D.    TUJUAN PEMBAHARUAN DAN INOVASI PENDIDIKAN

Peranan pendidikan dan tingkat perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuannya untuk menanggapi masalah kehidupannya sehari-hari. Tingkat kemajuan suatu bangsa juga dapat ditinjau dari tingkat pendidikan rakyatnya, semakin baik tingkat pendidikan masyarakat, maka semakin maju pula bangsanya. Menurut santoso (1974) tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana termasuk struktur dan prosedur organisasi. Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat dan pembangunan) dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya. Kalau dikaji, arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu:
1.      Mengejar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan tekhnologi sehingga makin lama pendidikan diIndonesia semakin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
2.      Mengusahakan terselenggarakannya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara, misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.
3.      Disamping itu, akan diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini.
Dengan sistem penyampaian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif dan terampil memecahkan masalahnya sendiri. Tujuan utama inovasi adalah: meningkatkan kualitas; menciptakan pasar baru; memperluas jangkauan produk; mengurangi biaya tenaga kerja; meningkatkan proses produksi; mengurangi bahanbaku; mengurangi kerusakan lingkungan; mengganti produk atau pelayanan; mengurangi konsumsi energi; menyesuaikan diri dengan undang-undang.
Adapun tujuan inovasi pendidikan diIndonesiapada umumnya adalah:
1. Lebih meratanya pelayanan pendidikan
2. Lebih serasinya kegiatan belajar
3. Lebih efisien dan ekonomisnya pendidikan
4. Lebih efektif dan efisiensinya sistem penyajian
5. Lebih lancar dan sempurnanya sistem informasi kebijakan
6. Lebih dihargainya unsur kebudayaan nasional
7. Lebih kokohnya kesadaran, identitas dan kesadaran nasional
8. Tumbuhnya masyarakat gemar belajar
9. Tersebarnya paket pendidikan yang memikat, mudah dicerna dan mudah diperoleh
10. Meluasnya kesempatan kerja
Upaya pembaharuan pendidikan yang dilakukan pada umumnya mempunyai kecenderungan mengemban misi untuk memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, permasalahan-permasalahan itu antara lain meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan secara efektif efisien. Dari berbagai perkembangan inovasi yang ada Poensoen dalam Santoso,S Hamijoyo (1974) terdapat tiga kecenderungan misi inovasi pendidikan, yaitu: Inovasi pendidikan mengemban misi untuk meninggalkan konsepsi pendidikan yang terbatas bagi kepentingan elite tertentu, menuju konsepsi pendidikan yang lebih demokratis. Misi ini memungkinkan terjadinya pemerataan atau perluasan kesempatan untuk memperoleh dan menikmati pendidikan sesuai dengan kemauan, kemampuan, dan potensi yang dimiliki.

Inovasi pendidikan mengemban misi yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang berat sebelah dalam peningkatan kemampuan pribadi antara pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju pada konsepsi pendidikan yang mengembangkan pola dan isi yang lebih komperhensif dalam rangka mengembangkan segenap potensi manusia dengan cakupan keseluruhan aspek kepribadiannya. Inovasi pendidikan mengemban misi cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang bersifat individual menuju ke arah konsepsi pendidikan yang menggunakan pendekatan yang lebih kooperatif, dari konsepsi pendidikan yang boros menuju pada konsepsi pendidikan yang lebih efektif, efisien dan relevan dengan kebutuhan pembangunan dunia pendidikan.


BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN

Dari uraian diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa upaya-upaya pembaharuan pada inovasi pendidikan sangat diperlukan, hal ini untuk menanggapi dan mencari jalan keluar terhadap suatu masalah-masalah pendidikan yang dihadapi sekarang ini, selain itu untuk memperkembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis. Apabila upaya-upaya ini benar-benar dilakukan sesuai dengan bentuk upaya pendidikan seperti yang diuraikan diatas,tentunya hal ini harus diimbangi dengan kerja sama yang baik antara siswa didik, pendidik dan orang tua.Maka dunia pendidikan akan semakin maju dan berkembang. Dampak terakhir yang dapat kita peroleh dari upaya ini adalah berkurangnya pengangguran sehingga kejahatan semakin berkurang.

B.   SARAN
Untuk mewujudkan pendidikan yang maju dan berkembang maka hendaknya semua pihak baik peserta didik, pendidik dan orang tua bekerja sama dalam melaksanakan upaya-upaya pembahuruan pendidikan.


Friday, September 26, 2014

PENGERTIAN PENTINGNYA TAAT KEPADA ATURAN DALAM ISLAM

PENTINGNYA TAAT KEPADA ATURAN DALAM ISLAM

Pentingnya Taat kepada Aturan dalam Islam

Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia. Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat baik oleh Allah Swt., nabi, pemimpin, atau yang lainnya. Di sekolah terdapat aturan, di rumah terdapat aturan, di lingkungan masyarakat terdapat aturan, di mana saja kita berada, pasti ada aturannya. Aturan dibuat tentu saja dengan maksud agar terjadi ketertiban dan ketenteraman. Mustahil aturan dibuat tanpa ada tujuan. Oleh karena itu, wajib hukumnya kita menaati aturan yang berlaku.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’an. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw., yang disebut sunah atau hadis. Di bawahnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin keluarga.
Peranan pemimpin sangatlah penting. Sebuah institusi, dari terkecil sampai pada suatu negara sebagai institusi terbesar, tidak akan tercapai kestabilannya tanpa ada pemimpin. Tanpa adanya seorang pemimpin dalam sebuah negara, tentulah negara tersebut akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran.

Peranan pemimpin sangatlah penting. Sebuah institusi, dari terkecil sampai pada suatu negara sebagai institusi terbesar, tidak akan tercapai kestabilannya tanpa ada pemimpin. Tanpa adanya seorang pemimpin dalam sebuah negara, tentulah negara tersebut akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran.
Pengertian Ulil Amri

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisa/4: 59)


Asbabu al-Nuzul atau sebab turunnya ayat ini menurut Ibn Abbas adalah berkenaan dengan Abdullah bin Huzaifah bin Qays as-Samhi ketika Rasulullah saw. mengangkatnya menjadi pemimpin dalam sariyyah (perang yang tidak diikuti oleh Rasulullah saw.). As-Sady berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Amr bin Yasir dan Khalid bin Walid ketika keduanya diangkat oleh Rasulullah saw. sebagai pemimpin dalam sariyah.

Q.S. an-Nisa/4: 59 memerintahkan kepada kita untuk menaati perintah Allah Swt., perintah Rasulullah saw., dan ulil amri. Tentang pengertian ulil amri, di bawah ini ada beberapa pendapat.

1. Abu Jafar Muhammad

Arti ulil amri adalah umara, ahlul ‘ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqh). Sebagian ulama yang lain bin Jarir at-Thabari berpendapat bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw. itulah yang dimaksud dengan ulil amri.

2. Al-Mawardi

Ada empat pendapat dalam mengartikan kalimat "ulil amri", yaitu: (1) umara (para pemimpin yang konotasinya adalah pemimpin masalah keduniaan), (2) ulama dan fuqaha, (3) sahabat-sahabat Rasulullah saw., (4) dua sahabat saja, yaitu Abu Bakar dan Umar.

3. Ahmad Mustafa al-Maraghi

Bahwa ulil amri itu adalah umara, ahli hikmah, ulama, pemimpin pasukan dan seluruh pemimpin lainnya.

Kita memang diperintah oleh Allah Swt. untuk taat kepada ulil amri (apa pun pendapat yang kita pilih tentang makna ulil amri). Namun, perlu diperhatikan bahwa perintah taat kepada ulil amri tidak digandengkan dengan kata “taat”; sebagaimana kata “taat” yang digandengkan dengan Allah Swt. dan rasul-Nya. Quraish Shihab, Mufassir Indonesia, memberi ulasan yang menarik: “Tidak disebutkannya kata “taat” pada ulil amri untuk memberi isyarat bahwa ketaatan kepada mereka tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya. Artinya, apabila perintah itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Allah dan rasul-Nya, tidak dibenarkan untuk taat kepada mereka.

Lebih lanjut Rasulullah saw. menegaskan dalam hadis yang Artinya:
“Dari Abi Abdurahman, dari Ali sesungguhnya Rasulullah bersabda... Tidak boleh taat terhadap perintah bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf.” (H.R. Muslim)

Umat Islam wajib menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya dan diperintahkan pula untuk mengikuti atau menaati pemimpinnya. Tentu saja, apabila pemimpinnya memerintahkan kepada hal-hal yang baik. Apabila pemimpin tersebut mengajak kepada kemungkaran, wajib hukumnya untuk menolak.


Tawadu , Taat , Qanaah ,dan sabar ( Pendidikan Agama Islam )
Salat merupakan salah satu perintah Allah Swt. dan rasul-Nya yang harus kita taati. Menunaikan salat berarti menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya.Taat merupakan salah satu perilaku terpuji yang patut dimiliki oleh muslim. Dalam bab ini kita akan mempelajari beberapa perilaku terpuji dan salah satunya adalah taat. Mari kita simak uraian dalam bab ini.
A.Tawadu
1.Pengertian dan Contoh Tawadu
Tawadu artinya sikap rendah hati. Sikap ini merupakan sikap
seseorang yang tidak ingin menonjolkan diri dengan sesuatu yang ada pada dirinya. Kebaikan yang dikaruniakan Allah Swt. kepadanya baik berupa harta, kepandaian, kecantikan fisik, dan beragam karunia Allah Swt. lainnya tidak membuat dirinya lupa. Orang yang bersikap tawadu senantiasa ingat bahwa semua yang ada padanya adalah milik Allah Swt. semata. Oleh karena itu, seorang yang tawadu tidak akan menghina orang lain dengan apa pun yang diamanatkan Allah Swt. kepadanya. Cara bicara orang yang tawadu senantiasa lembut dan merendah
sekaligus memiliki rasa percaya diri yang kuat. Ia selalu berusaha berbuat yang terbaik tanpa ingin kebaikannya diketahui orang lain. Ia lebih suka menyampaikan kebaikan orang lain meskipun kebaikannya jauh lebih banyak. Tidak tersinggung apalagi
marah saat orang lain menyampaikan keburukannya kepadanya. Istigfar menghiasi bibirnya jika ada kritikan kepadanya. Bukan sebagai pemanis bibir, melainkan muncul dari hati yang merasa lalai atau tidak berhati-hati sehingga ada salah yang tanpa
sengaja ia lakukan.Sikap di atas berbeda dari rasa rendah diri. Rasa rendah diri berasal dari ketidakmampuan memandang dirinya dan orang lain dengan benar. Ketidakmampuan itu menyebabkan orang yang rendah diri salah menilai
dirinya sebagai tidak baik, tidak mampu, tidak tampan atau cantik, atau tidak pantas. Pada saat yang sama ia menilai orang lain sebagai sangat baik, sangat pandai, lebih tampan atau cantik, dan lebih pantas untuk sesuatu hal. Oleh karena itu, orang yang salah menilai diri cenderung merasa minder, tidak mampu, dan tidak percaya diri. Selain berbeda dengan rendah diri, sikap tawadu merupakan kebalikan dengan sikap sombong. Sikap sombong muncul dari kesalahan menilai diri sebagai lebih baik,
lebih mampu, lebih kaya, atau rasa lebih lainnya. Orang yang sombong merasa bahwa kelebihan yang ada padanya semata merupakan hasil kerja yang ia lakukan. Ia tidak melihat kehadiran Allah Swt. dalam kehidupan- nya. Dengan pandangan seperti itu, wajar jika orang yang sombong senang membandingkan dirinya dengan orang lain. Saat ia melihat orang lain lebih dari dirinya, ia merasa iri dan berbuat dengki. Sebaliknya, saat ia menemukan orang yang ia rasa lebih rendah darinya, ia merasa tinggi
hati dan merendahkan orang lain. Sombong merupakan sikap tercela yang harus kita jauhi. Selain mencela sikap sombong, Allah Swt. juga memberikan anjuran kepada kita untuk bersikap tawadu. Salah satu anjuran Allah Swt. itu terdapat dalam Surah Luqman [31] ayat 19.
Waqsid fi masyyika wagdud min sautik(a), inna ankaral-aswati lasautul hamir(i)..
Artinya: Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. (Q.S.Lugman [31]: 19)
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang lain juga banyak ditemukan perintah untuk merendahkan diri. Kita dianjurkan untuk bertawadu dan menjauhi sikap sombong, meskipun memiliki harta kekayaan, keturunan, atau kedudukan yang tinggi (Husaini A. Majid Hasyim. 2005. Halaman 415).
Contoh perilaku tawadu dapat ditemukan dalam uraian berikut.
Ahmad seorang anak yang cerdas dan senantiasa menjadi juara kelas. Ahmad tidak merasa sombong atau tinggi hati karena kecerdasannya. Ia senantiasa membantu teman-temannya dengan belajar kelompok. Ia merasa bahwa kecerdasannya merupakan karunia Allah Swt. yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Sikap Ahmad dikategorikan sebagai perilaku tawadu. Ia tidak merasa sombong atas karunia kecerdasan. Justru ia merasa bahwa ilmu dan kecerdasannya belum apa-apa dibanding ilmu Allah Swt. Oleh karena itu, ia tidak tinggi hati dan memanfaatkan kecerdasannya untuk membantu teman-temannya.
2.Berperilaku Tawadu dalam Keseharian
Sebagai sikap yang baik, sikap tawadu tentu juga membawa akibat
yang baik. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah saw. dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan oleh Baihaqi yang artinya, ”Barang siapa bersikap tawadu karena mencari rida Allah Swt. Allah akan meninggikan derajatnya. Ia akan menganggap dirinya tiada berharga namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Sebaliknya, barang siapa menyombongkan diri, Allah akan menghinakan dirinya. Ia menganggap dirinya
terhormat padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina . . . .”
Tawadu merupakan perilaku terpuji yang harus diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Tawadu akan muncul dengan membiasakan
perilaku-perilaku terpuji. Di antara perilaku terpuji yang dapat
menimbulkan tawadu sebagai berikut.
a.Menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan.
b.Merasa cukup dengan karunia Allah Swt.
c.Menyadari bahwa hanya Allah Swt. yang pantas untuk sombong.
d.Menyadari kelemahan manusia.
B.Taat
1.Pengertian dan Contoh Taat
Kata taat berasal dari bahasa Arab Ta’at. Kata ini memiliki makna
. mengikuti atau menuruti. Secara istilah taat berarti mengikuti dan
menuruti keinginan atau perintah dari luar diri kita. Dengan kata lain, taat artinya tunduk, patuh saat kita mendapat perintah atau larangan untuk dihindari.
Contoh perilaku taat dapat ditemukan dalam uraian berikut. Zahra
duduk di kelas VII SMP Bina Mulia. Sebagai seorang muslim, Zahra menunaikan salat tepat waktu, menunaikan puasa Ramadan, dan puasa sunah. Tidak lupa setiap hari Jumat Zahra memiliki agenda rutin yaitu bersedekah. Zahra melakukannya dengan ikhlas tanpa menginginkan pujian dari teman atau orang
tuanya.
Sikap yang ditunjukkan oleh Zahra termasuk kategori perilaku taat.
Zahra menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya. Perilaku Zahra
hendaknya diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara menerapkan perilaku taat dalam keseharian? Simaklah uraian berikut untuk mengetahuinya.
2.Berperilaku Taat dalam Keseharian
Memiliki sifat taat akan memberikan akibat yang baik bagi pemiliknya. Jika setiap orang telah memahami maksud sikap ini, ia akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat dipastikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan berjalan dengan harmonis.
Dalam Islam terdapat tiga tingkatan objek ketaatan. Ketiganya adalah Allah Swt., Rasulullah saw., dan ulil amri. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an
-Surah an-Nisa’ [4] ayat 59.
- - - - -
Ya ayyuhal-lazina amanu ati‘ullaha wa ati‘ur-rasula wa ulil-amri minkum
. .
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul -(Muhammad saw), dan ulil amri di antara kamu . . .
(Q.S. an-Nisa’[4]: 59)
Dalam ayat di atas dengan jelas Allah Swt. memberitahukan tiga objek ketaatan manusia. Islam menuntut untuk ketaatan kepada ketiganya dengan model yang berbeda. Penerapan ketaatan dalam kehidupan dapat dilakukan dengan mengacu pada kandungan ayat di atas.
a.Ketaatan kepada Allah Swt.
Ketaatan kepada Allah menempati posisi ketaatan tertinggi.
Sebagai seorang muslim, tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat mengalahkan ketaatan kita kepada Allah Swt. Saat Allah Swt. menginginkan sesuatu dari kita, kita harus menaati-Nya. Inilah makna keislaman kita kepada Allah Swt. Menunaikan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya merupakan cara
menunjukkan ketaatan kepada Allah Swt. Misalnya, menunaikan
salat, membayar zakat, dan menunaikan ibadah haji.
b.Ketaatan kepada Nabi Muhammad saw.
Ketaatan kepada rasul memiliki posisi sejajar dengan ketaatan
kepada Allah Swt. Mengapa demikian? Hal ini karena apa pun yang
disampaikan, dilakukan, serta diinginkan Rasulullah saw. merupakan wahyu dari Allah Swt. Pada saat yang sama, Allah Swt. senantiasa menjaga kehidupan rasul berikut segala gerak-gerik yang dilakukan beliau. Sedikit saja beliau bergeser dari kebenaran, Allah Swt. segera mengingatkannya. Dengan adanya penjagaan Allah Swt. ini Rasulullah menjadi seorang yang maksum atau terjaga dari kesalahan. Dengan kedudukannya yang sedemikian istimewa, Allah Swt. menempatkan Rasulullah saw. dalam posisi yang terhormat dalam ketaatan seorang muslim. Allah menyatakan bahwa menaati Rasulullah sama dengan menaati Allah Swt. Dengan demikian, ketaatan kepada Rasulullah saw. merupakan prioritas yang sama dengan ketaatan kepada Allah Swt. Meskipun begitu, kita tidak boleh menganggap Rasulullah saw. sejajar dengan kedudukan Allah Swt. sebagai Tuhan. Menyamakan Rasulullah saw. dengan Allah Swt.
sebagai Tuhan merupakan tindakan kemusyrikan karena Rasulullah
hanyalah manusia biasa yang diberi wahyu oleh Allah Swt. Menaati
perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya berarti menaati rasulNya. Hal ini karena perintah rasul berarti perintah Allah Swt.
c.Ketaatan kepada Ulil Amri
Ketaatan tingkat ketiga adalah taat kepada ulil amri. Sebagian
ulama menafsirkan kata ulil amri di sini terbatas pada pemerintah di negara kita berada. Oleh karena itu, kita juga harus taat pada berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Semua peraturan itu disusun untuk menjaga keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagian ulama yang lain meluaskan makna ulil amri ini. Mereka tidak membatasi makna ulil amri sebatas pemerintah saja, tetapi segala hal atau aturan atau sistem yang ada di sekitar dan terkait dengan kita. Oleh karena itu, taat kepada ulil amri dapat diartikan sebagai taat pada orang tua, taat pada aturan masyarakat, taat pada norma yang berlaku hingga taat pada janji kita kepada teman. Ketaatan kepada ulil amri ini ada syarat-syarat tertentu. Syarat tertentu itu adalah tidak boleh bertentangan dengan aturan Allah Swt. dan rasul-Nya. Ketika bertentangan dengan aturan Allah Swt. dan rasul-Nya, perintah ulil amri harus kita tinggalkan. Kita juga dianjurkan untuk bersikap taat kepada guru. Ketaatan kepada guru ditunjukkan dengan mematuhi perintahnya, menghormati, dan bersikap peduli. Kita patuhi perintah dan tugas yang guru berikan kepada kita, baik itu tugas sekolah maupun tugas luar.Kita juga wajib menghormatinya, misalnya dengan berkata dan bersikap sopan kepadanya. Sikap peduli kepada guru dapat ditunjukkan dengan selalu mengingat jasa baiknya, mendoakannya,
dan berbuat sesuatu yang menyenangkan hatinya.
C.Qanaah
1.Pengertian dan Contoh Qanaah
Qanaah merupakan sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan. Qanaah muncul dalam kehidupan seseorang berupa sikap rela menerima keputusan Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya. Sikap ini muncul bukan dari sikap pasif menunggu tanpa berbuat yang terbaik. Sikap ini muncul dari keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. setelah berusaha sebaik mungkin. Orang yang memiliki sikap qanaah sadar bahwa untuk mencapai suatu keinginan, harus dilakukan dengan usaha. Usaha yang dilakukan
pun bukan sekadar berusaha tanpa perencanaan dan kesungguhan. Ketika hasil dari usaha tersebut belum sesuai dengan keinginan, orang yang qanaah menerimanya dengan ikhlas, rida, dan lapang dada.
Misalnya, ketika menghadapi ulangan kalian telah belajar sungguh-
sungguh dan berdoa serta bertawakal kepada Allah Swt. Akan tetapi, hasil ulangan tersebut tidak sesuai dengan keinginan. Kita harus menerimanya dengan ikhlas. Sikap qanaah terkait erat dengan sikap syukur kepada Allah Swt. Perbedaannya sikap qanaah lebih menekankan rasa rela menerima
ketentuan Allah swt, sementara syukur lebih menekankan rasa terima kasih dan harapan kepada Allah Swt. Kedua sikap ini berjalan beriringan dalam setiap kejadian. Misalnya dalam masalah rezeki. Perbedaan dalam masalah rezeki menuntut setiap orang untuk melatih sikap qanaah dan sekaligus syukur. Bagi mereka yang berlapang rezeki, sikap qanaah ditunjukkan dengan hidup sederhana dan bersyukur dengan cara berbagi karunia Allah Swt. kepada saudara yang masih kekurangan. Bagi mereka yang bersempit rezeki, sikap qanaah muncul dengan rasa rela menerima keadaan yang diberikan Allah Swt. dan bersyukur dengan berusaha lebih keras lagi menyongsong karunia-Nya. Contoh qanaah dapat ditemukan dalam uraian berikut. Arif hendak mengikuti lomba badminton antarsekolah. Oleh karena itu, ia berlatih keras dan tidak lupa memohon keberhasilan usahanya. Sewaktu pertandingan berlangsung Arif berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan. Dia mengeluarkan seluruh kemampuannya, tetapi apa daya dia harus kalah. Kekalahan tersebut diterima dengan lapang dada dan ikhlas.
2.Berperilaku Qanaah dalam Keseharian
Perilaku qanaah harus diteladani kemudian diterapkan dalam
kehidupan. Qanaah merupakan perilaku terpuji yang membawa banyak manfaat bagi kehidupan. Perilaku qanaah dapat diterapkan dengan melakukan hal-hal berikut.
a.Bersyukur terhadap nikmat Allah Swt.
b.Berusaha sekuat tenaga untuk menggapai keinginan.
c.Menerima ketentuan Allah Swt. dengan ikhlas setelah usaha dilakukan dengan maksimal.
d.Mengingat dan memikirkan nikmat yang dikaruniakan Allah Swt.
kepada kita.
Perilaku qanaah akan membawa kita mudah meraih kesuksesan.
Orang yang qanaah bersikap wajar dalam menghadapi sesuatu, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Ia tidak mau larut dalam kesedihan ataupun lalai dalam kegembiraan. Berperilaku qanaah dalam
keseharian perlu diterapkan pada saat mendapatkan rezeki, ditimpa musibah, meraih prestasi, atau mendapatkan kegagalan.
D.Sabar
1.Pengertian dan Contoh Sabar
Sabar artinya menahan diri dalam menanggung suatu penderitaan,
baik dalam menemukan sesuatu yang tidak dingini ataupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi. Menurut al-Gazali, sabar berarti suatu kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yang tumbuhnya adalah atas dorongan ajaran agama. Kesabaran mutlak diperlukan dalam menghadapi kehidupan di dunia. Hal ini karena hidup tidak lepas dari kenyataan bahwa setiap orang selalu bersenTuhan dengan nikmat dan cobaan dalam menjalani kehidupan di dunia. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dihadapkan pada berbagai keadaan yang menuntut kita bersikap dengan tepat. Adakalanya kita dihadapkan dengan masalah hidup. Sakit yang tidak kunjung sembuh, ingin sepeda motor tetapi tidak memiliki cukup uang untuk membelinya, atau masalah lain yang tidak mengenakkan hati. Adakalanya pula kita
dihadapkan pada beratnya ketaatan kepada Allah Swt. Misalnya, saat terlelap tidur harus bangun untuk salat Subuh. Semua keadaan ini menuntut sikap yang tepat untuk menghadapinya.
2.Berperilaku Sabar dalam Keseharian
Sabar merupakan perilaku terpuji yang harus diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Penerapan perilaku sabar dalam kehidupan
menyangkut dua hal sebagai berikut.
a.Sabar dalam Menghadapi Cobaan Hidup
Kata cobaan hidup sering ditujukan pada kondisi saat kita merasa
tidak nyaman dengan kondisi itu. Cobaan yang datang bisa berupa
bencana banjir, tanah longsor, sakit, kematian, kemiskinan, dan
beberapa contoh lainnya. Dalam keadaan seperti ini, kesabaran
merupakan kunci untuk menghadapinya. Berkaitan dengan perilaku
sabar Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Wa lanabluwannakum bisyai’im minal-khaufi wal-ju’i wa naqsim
minal-amwali wal-anfusi was-samarat(i), wa basysyiris-sabirin(a).
Allazina iza asabathum musibah(tun), qalu inna lillahi wa inna ilaihi
raji‘un(a).
Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
berkata ”Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” (sesungguhnya kami
milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (Q.S. al-Baqarah
[2]: 155–156)
b.Sabar dalam Menjalankan Ketaatan kepada Allah Swt.
Melaksanakan perintah Allah Swt. dan rasul-Nya bukan hal yang
mudah dan di sinilah kesabaran diperlukan. Misalnya, untuk
menjalankan perintah zakat kita harus bersabar karena godaan untuk tidak mengeluarkan harta dan berbagi dengan orang lain akan muncul. Selain dalam menjalankan perintah Allah Swt., kita harus sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan. Kemaksiatan sering muncul sebagai kenikmatan dunia dan tidak jarang kita tergoda untuk mencicipinya. Padahal di balik maksiat itu terdapat bahaya yang mengancam kebaikan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, Allah Swt. melarang kita berbuat maksiat.

Di sinilah kesabaran diperlukan.
1.Tawadu artinya sikap rendah hati. Tawadu merupakan sikap seseorang yang tidak
ingin menonjolkan diri dengan sesuatu yang ada pada dirinya.
2.Taat secara bahasa berarti mengikuti atau menuruti.
3.Tiga objek ketaatan dalam Islam sebagai berikut.
a.Ketaatan kepada Allah Swt.
b.Ketaatan kepada Nabi Muhammad saw.
c.Ketaatan kepada ulil amri.
4.Qanaah dapat berupa sikap rela menerima cobaan dan ujian dari Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya.
5.Sabar dapat diartikan dengan sikap tahan dalam menghadapi cobaan dan tabah.
6.Sabar dapat diterapkan dalam hal-hal berikut.
a.Sabar dalam menghadapi cobaan hidup.
b.Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan Nya.